Monday, 6 February 2017

Pengertian Debit dan Metode Pengukuran Debit

Pengertian debit
Debit atau discharge atau flow rate sungai adalah sejumlah volume air yang mengalir melalui suatu penampang melintang pada suatu titik tertentu per satuan waktu, pada umumnya dinyatakan dalam satuan m3/detik. Debit  sungai  diperoleh  setelah  mengukur  kecepatan  air  dengan  alat  pengukur  atau pelampung  untuk  mengetahui  data  kecepatan  aliran  sungai  dan  kemudian mengalirkannya  dengan  luas  melintang  (luas  potongan  lintang  sungai)  pada  lokasi pengukuran kecepatan tersebut (Sosrodarsono dan Tominaga, 1984).
Rumus  umum yang biasa digunakan adalah:
Q= v x A
Keterangan:
Q = Debit aliran sungai (m3/detik)
A = Luas bagian penampang basah atau wetted perimeter (m2)
v = Kecepatan aliran (m/detik)
 
Pengukuran debit metode pengukuran debit penampang melintang sungai
sumber: water.usggs.gov
Metode pengukuran debit secara langsung
Menurut Sastrodarsono dan Takeda (1999), cara pengukuran debit secara langsung adalah dengan  cara  menghitung  debit  dengan  pengukuran  kecepatan  dan  luas  penampang melintang (velocity area method)  yang  paling  sering  digunakan  adalah  metode  pelampung (floating method). Cara  ini  paling sering digunakan dikarenakan tidak dipengaruhi oleh adanya kotoran atau kayu-kayuan yang hanyut selain itu karena mudah  dilaksanakan. Rumus yang digunakan, sebagai berikut:
v= L/t
Keterangan:
v : kecepatan aliran (m/s)
L : jarak tempuh pelampung (m)
t : waktu tempuh (detik)

pengukuran debit sungai
sumber: riverkennet.blogspot.com

Pengukuran  kecepatan  aliran  dengan  menggunakan  pelampung  dapat dilakukan  apabila  dikehendaki  besaran kecepatan  aliran  dengan tingkat ketelitian  yang relatif rendah. Cara ini masih dapat digunakan untuk praktik dalam keadaan:
a.         untuk memperoleh gambaran kasar tentang kecepatan aliran,
b.         karena  kondisi  saluran yang  sangat  sulit  diukur,  misal  dalam  keadaan  banjir, sehingga dapat membahayakan petugas pengukur.

Sebagai catatan distribusi kecepatan aliran di dalam alur adalah tidak sama untuk arah horisontal maupun arah vertikal. Dengan kata lain kecepatan aliran pada tepi alur tidak sama dengan tengah alur, dan kecepatan aliran dekat permukaan air tidak sama dengan kecepatan pada dasar alur. Sehingga pengukuran dengan cara pelampung hanya akan mendapatkan kecepatan arus pada permukaan, sehingga untuk memperoleh kecepatan rerata pada penampang saluran hasil hitungan perlu dikoreksi dengan koefisien antara 0.85-0.95. Selain itu, pengukuran dengan cara ini harus dilakukan beberapa kali karena distribusi aliran permukaan yang terjadi tidak merata.

Referensi
Suyono Sosrodarsono dan Masateru Tominaga. 1984. Perbaikan dan Pengaturan Sungai, terj. Yusuf Gayo, dkk. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
Asdak  Chay  (1995).  Hidrologi  dan  Pengeloaan  daerah  Aliran  Sungai.  Yogyakarta:
Gadjah Mada Press.
Sastrodarsono  Suyono  dan  Kensaku  Takeda,  (1999),  Hidrologi  untuk  Pengairan.
Pradnya Paramitha. Bandung.
Pramana, S.--. “Pengukuran debit aliran”. Available from url:  http://sanggapramana.word press.com/category/ pengukuran-debit-aliran/
Haestad Methods. (2002), Computer Applications in Hydraulic Engineering – Connecting Theory to Practice, Haestad Methods, Waterbury, Connecticut
Sri Harto Br, 1993.”Analisis Hidrologi”.PT. Gramedia, Jakarta


loading...

SHARE THIS

Author:

0 komentar: