Friday, 30 December 2016

Elemen-Elemen Fungsional pada Instrumen Pengukuran

Instrumen pengukuran biasa digunakan untuk pemantauan, pengendalian dan analisis keteknikan eksperimental. Instrumen selalu meyerap energi dari medium yang diukur. Jadi besaran yang diukur selalu terganggu oleh kegiatan pengukuran (efek pembebanan atau sering disebut loading effect), sehingga pengukuran sempurna secara teoritis tidak mungkin. Agar berfungsi sesuasi keinginan, maka diperlukan pengubahan variabel dengan cara memanipulasi variabel fisik dari sinyal hasil pengukuran. Secara umum, bermacam-macam instrumen pengukuran memiliki kesamaan dalam fungsi elemen-elemennya, seperti ditunjukkan pada Gmbar di bawah ini.

elemen fungsional instrumen pengukuran
elemen fungsional pada instrumen pengukuran


Elemen perasa utama adalah elemen yang pertama kali menerima energi dari medium yang ingin diukur dan menghasilkan keluaran yang sedikit banyaknya bergantung pada besaran yang diukur. Jika elemen-elemen fungsional secara fisik terpisah maka diperlukan transmisi data. Kemudian informasi besaran yang diukur dikomunikasikan ke manusia sebagai pengamat untuk tujuan pemantauan, pengendalian atau analisis. Sehingga informasi tersebut harus disajikan dalam bentuk yang bisa diterima oleh salah satu indera manusia. 

Elemen fungsional yang berfungsi sebagai tranmisi data tersebut, di industri sering disebut sebagai transmitter. Sesuai standar instrumentasi, transmitter dibuat agar memiliki kemampuan untuk menerjemahkan sinyal dari sensor menjadi sinyal 3-15 psi tekanan udara, 4-20 mA electric circuit, atau berupa sinyal digital yang kemudian diteruskan ke indikator atau ke pusat sistem pengendalian.

Referensi

Ernest O. Doebelin. Sistem Pengukuran: Aplikasi dan Perancangan. Erlangga, Jakarta, 1992.

Tony R. Khupaldt. Lesson in Industrial Instrumentation. Creative Commons Attribution 3.0, United States of America, 2009.
loading...

SHARE THIS

Author:

0 komentar: